![]() |
(Happy International Women's Day) |
International Women's Day (IWD) yang diperingati setiap 8 Maret adalah momen penting untuk menghormati perjuangan perempuan di seluruh dunia dalam meraih kesetaraan, keadilan, dan hak asasi manusia. Selain sebagai tempat refleksi atas pencapaian perempuan di berbagai bidang, IWD juga mengingatkan kita tentang tantangan besar yang terus dihadapi, seperti kekerasan berbasis gender, ketimpangan upah, dan diskriminasi sosial. Hari ini menjadi momentum untuk memperkuat kerjasama global dalam menciptakan dunia yang lebih inklusif dan setara bagi perempuan, sekaligus mengajak kita semua untuk terus memperjuangkan kesetaraan gender.
Perjuangan perempuan untuk kesetaraan sangat membawa dampak besar di berbagai sektor. Kini, perempuan semakin banyak berperan di bidang pendidikan, pemerintahan, dunia usaha, dan seni. Pada dunia pendidikan, banyak perempuan yang kini menempuh pendidikan tinggi dan menduduki posisi-posisi penting .Selain itu , semakin banyak perempuan yang memegang jabatan tinggi yang memengaruhi kebijakan publik . Begitu pula dalam sektor usaha, perempuan sukses menjadi pengusaha dan pemimpin perusahaan, membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di bidang ekonomi. Meski demikian, tantangan untuk menciptakan kesetaraan yang sesungguhnya masih ada, itulah mengapa kita perlu terus berjuang demi hak-hak perempuan.
Salah satu contoh nyata pemberdayaan sebagai bentuk pergerakan perempuan di Indonesia adalah peran Ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Sejak berdiri pada tahun 1980, PKK telah memberikan kontribusi cukup tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan dan keluarga. Program-program yang dilakukan oleh PKK, seperti pengelolaan posyandu, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Hal ini sangat efektif dalam memperbaiki kesejahteraan dan meningkatkan peran perempuan di tingkat sosial dan ekonomi. PKK telah membuka ruang bagi perempuan untuk berkembang, menjadi lebih mandiri, dan berperan aktif dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka sehari-hari.
Lebih dari sekadar meningkatkan kualitas hidup dalam keluarga, PKK juga berhasil memberdayakan perempuan di tingkat masyarakat. Banyak perempuan di desa dan kelurahan yang kini menjadi pemimpin komunitas mereka, mengorganisir berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat seperti program penghijauan, pendidikan anak, dan layanan kesehatan berbasis Masyarakat. Organisasi ini juga berperan dalam memerangi masalah sosial seperti kekerasan dalam rumah tangga dan kemiskinan dengan memberikan dukungan moral dan informasi yang dibutuhkan oleh perempuan. Keberadaan PKK telah mengubah banyak hal di Indonesia, membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan bisa dimulai dari tingkat yang paling dasar, yaitu keluarga dan lingkungan sekitar.
Dalam perjuangan panjang perempuan untuk kesetaraan, banyak tokoh Muslim yang menjadi inspirasi, salah satunya adalah Ratu Amina dari Zanzibar. Ratu Amina binti Abdulrahman memerintah kerajaan Zanzibar pada abad ke-16 dan terkenal sebagai sosok yang penuh keberanian dan kecerdasan. Pada masa itu, Zanzibar merupakan wilayah terkenal dalam jalur perdagangan antara Afrika dan Asia, yang sering menjadi sasaran serangan musuh. Dalam menghadapi ancaman, Ratu Amina tidak hanya mengandalkan diplomasi, tetapi juga memimpin pasukan dengan tangan besi. Keberaniannya dalam perang dan kepemimpinan yang bijaksana membuatnya dihormati, baik oleh rakyatnya maupun dalam sejarah.
Sebagai seorang pemimpin perempuan di tengah masyarakat patriarkal, Ratu Amina melawan norma yang membelenggu perempuan pada peran tradisional. Ia membuktikan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk memimpin dan membuat keputusan strategis. Kepemimpinan Ratu Amina menjadi simbol kekuatan perempuan yang melampaui batas-batas tradisi, menginspirasi banyak perempuan hingga hari ini untuk berani memimpin dan melawan ketidaksetaraan.
Meski banyak kemajuan yang telah dicapai, tantangan besar bagi perempuan tetap ada. Kekerasan terhadap perempuan, ketimpangan upah, serta stereotip sosial yang membatasi peran perempuan masih terjadi di banyak tempat. Banyak perempuan yang masih berjuang untuk mendapatkan hak-hak dasar mereka, seperti hak suara, hak reproduksi, dan hak-hak lainnya yang seharusnya sudah menjadi bagian dari kesetaraan gender. Inilah sebabnya perjuangan untuk kesetaraan gender harus terus berlanjut, tidak hanya pada 8 Maret, tetapi setiap hari.
Hari Perempuan Sedunia bukan hanya sebuah peringatan, tetapi juga panggilan untuk mendorong perubahan sosial yang lebih mendalam dan berkelanjutan. Walaupun ada banyak pencapaian dalam perjuangan kesetaraan gender, masalah besar seperti kekerasan berbasis gender, ketimpangan upah, dan keterbatasan akses perempuan dalam berbagai bidang kehidupan tetap harus kita atasi. Oleh karena itu, kesetaraan gender tidak bisa hanya diperjuangkan pada satu hari saja, melainkan harus menjadi perjuangan bersama yang terus berlanjut. Pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan individu harus bekerja sama untuk menghilangkan hambatan-hambatan struktural dan budaya yang masih ada, serta membuka peluang yang lebih besar bagi perempuan untuk berpartisipasi setara dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, dan sosial. Dengan kesadaran yang terus meningkat, serta tindakan nyata yang melibatkan semua pihak, kita dapat menciptakan dunia di mana perempuan memiliki kebebasan untuk meraih potensi penuh mereka tanpa rasa takut atau diskriminasi, sehingga dunia ini menjadi tempat yang lebih baik bagi semua.
Oleh, Lulu Aprilia (Kader PMII Rashul)